Selain menjaga kebugaran dan menambah nafsu makan, temulawak juga
dikenal sebagai salah satu ramuan herbal yang bermanfaat untuk mengobati
hepatitis. Lebih dari itu, temulawak juga berguna bagi mereka yang
mengonsumsi obat kolesterol jangka panjang.
Pasalnya, konsumsi
obat kolesterol jangka panjang bisa mengganggu fungsi hati, demikian
disampaikan Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU Dr. Soetomo,
Surabaya, dr Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM.
Menurut dr
Arijanto, jika kadar kolesesterol pasien tinggi padahal sudah diberi
obat dalam dosis tinggi, sebaiknya jangan ditambah dosis obatnya tetapi
carilah herbal lain yang bisa melengkapi terapi, misalnya temulawak.
"Temulawak
tidak hanya mengobati hepatitis tetapi juga bisa menurunkan LDL dan
menaikkan kadar HDL," kata dr Arijanto di tengah-tengah Press Conference
The 1st Natural Wellness Symposium di Ritz Carlton Hotel Kuningan,
Jakarta Selatan dan ditulis pada Minggu (6/4/2014).
Maka dari
itu, untuk pasien yang sudah mengonsumsi statin dalam jangka panjang dan
bisa mengganggu liver bisa mengonsumsi temulawak untuk membantu
menaikkan HDL sekaligus memanfaatkannya menjadi hepatoprotektor.
"Jadi
hati bisa terlindungi dari efek samping simvastatin yang dikonsumsi
dalam jangka panjanh. Ini kan jadi bentuk gabungan terapi yang
bermanfaat," kata dr Arijanto.
Lantas, bagaimana dengan anggapan bahwa obat herbal bisa juga berpengaruh pada fungsi ginjal?
"Efek
samping obat herbal pada ginjal memang belum ada penelitiannya," ujar
dr Arijanto.Tapi, ia menekankan sebelum memberi obat apapun termasuk
herbal, dokter harus tahu terlebih dulu bagaimana fungsi liver dan
ginjal pasien. Sebab, semua obat akan melewati ginjal dan liver.
Maka
dari itu, dr Arijanto menekankan pemakaian herbal terutama yang sudah
diekstrak harus diketahui dulu kadar keamanannya melalui uji
toksikologi.
sumber:
http://health.detik.com/read/2014/04/06/135137/2546961/763/tak-cuma-turunkan-kolesterol-temulawak-juga-bisa-bantu-melindungi-liver?l992205755
